Seiring berkembangnya tren hunian cerdas (smart home) di Indonesia, kebutuhan masyarakat terhadap sistem keamanan rumah yang praktis dan mudah diakses terus meningkat. Keamanan tidak lagi sekadar perlindungan, tetapi juga menjadi bagian dari kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Teknologi ini mendorong masyarakat untuk memilih solusi yang lebih efisien dan selaras dengan gaya hidup masa kini.
Di sisi lain, sistem kunci konvensional mulai menunjukkan berbagai keterbatasan. Risiko duplikasi kunci tanpa sepengetahuan pemilik rumah, tidak adanya riwayat akses, hingga kebutuhan mengganti sistem penguncian ketika kunci hilang menjadi tantangan yang masih kerap ditemui.