Kamis, 03 Desember 2020

Empat Kunci Menjadi Komikus Profesional

Kamis, 02 November 2017

Komik merupakan salah satu media kreatif yang digemari banyak orang. Komik bisa menjadi penyampai pesan yang menarik dan ringan karena dikemas dalam bentuk gambar dan teks. Tertarik ingin membuat komik dan menjadi komikus profesional? Li Julian, komikus asal Bandung yang telah menerbitkan komik Si Lebah Albi (komik ini mendapatkan penghargaan penjualan komik terbaik karena terjual lebih dari 500.000 komik), Archie Meidy dan Ransfathar, membagikan tipsnya.

 

Terus berlatih dan belajar

Menggambar dan membuat cerita adalah hal yang harus terus dilatih dan diasah. Selain itu, perlu juga mempelajari unsur-unsur dalam membuat komik, seperti membuat panel, alur cerita, dialog, efek maupun blocking. Proses menggambar pun bisa dilakukan dengan perangkat digital, misalnya menggunakan tablet gambar Wacom. Penggunaan perangkat digital secara teknis akan memudahkan dan lebih efisien untuk penyimpanan maupun pengolahan file. Kalau mengalami kebingungan, tak ada salahnya melihat referensi atau belajar dari komik lain atau karya seni lainnya, contohnya film karena di film ada unsur sinematografi yang juga bisa dipraktikkan dalam komik.

 

Membuat gambar dan teks seimbang

Komik adalah gambar yang bercerita. Ada komponen gambar dan cerita. Kedua hal ini harus seimbang. Tampilan visual dalam komik, namun cerita juga penting jadi harus saling menyesuaikan dan melengkapi.

 

Bergabung dengan komunitas

Dengan bergabung dalam komunitas (offline maupun online), kita bukan saja menambah teman melainkan juga wawasan dan pengalaman. Apalagi sekarang sudah banyak akun sosial media seputar komik yang bisa kita ikuti, baik itu di Facebook, Twitter maupun Instagram. Lewat akun-akun tersebut kita juga bisa mem-posting karya-karya kita sehingga bisa lebih dikenal luas sekaligus mendapat masukan-masukan.Dengan berkomunitas pun kita bisa mendapatkan informasi tentang lomba membuat komik,menambah kenalan dan memperluas jaringan. Teman-teman dalam komunitas juga bisa menjadi penyemangat dalam berkarya. Salah satu cara mengatasi tantangan seperti malas atau moody adalah dengan adanya teman untuk bercerita dan bertukar pikiran.

 

Kaizen

Kaizen adalah filosofi Jepang yang berarti berkembang secara terus-menerus. Kita harus selalu berkembang, begitu pula dalam membuat komik. Semakin lama, karya kita pun akan terus berkembang dan menjadi lebih baik. Jangan takut mencoba berkreasi dan teruslah merasa “lapar” untuk berubah dan berkembang.

 

Berikut karya-karya dari Li Julian:

Li Julian

 

 

Beberapa karyawan perusahaan dan instansi mulai melakukan aktivitasnya kembali bekerja di kantor dengan menerapkan protokol kesehatan. Penerapan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun) menjadi hal yang m...
Virus Covid-19 masih menjangkit di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Wabah ini belum tahu kapan akan berakhir. Dalam salah satu sesi webinar Datascrip e-Expo yang diadakan baru-baru ini, dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE atau yan...
Kebebasan berkreasi menggambar kini lebih leluasa dengan hadirnya Tombow ABT Pro. Brush pen dengan tinta berbahan dasar alkohol i...