Kamis, 03 Desember 2020

Perangkat Teknologi yang Tepat untuk Mendukung Sektor Ekonomi Kreatif

Kamis, 20 April 2017

Sektor ekonomi kreatif beberapa tahun terakhir ini tengah menjadi sorotan dan terus berkembang. Pemerintah pun menilai sektor tersebut berpotensi menjadi pilar perekonomian dalam negeri. Keseriusan pemerintah mendukung perkembangan industri kreatif terlihat dari dipriotaskannya pengembangan ekonomi kreatif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 serta dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif. 

Selain dukungan pemerintah, faktor lain yang turut menyuburkan industri kreatif di tanah air adalah perkembangan teknologi informasi. Kehadiran inovasi baru di bidang teknologi informasi ikut membantu para pelaku usaha di sektor tersebut melahirkan dan memasarkan produk maupun jasanya, baik itu dalam hal perangkat (gadget) maupun aplikasi. 

Chris Lie, Direktur Caravan Studio mengungkapkan pentingnya pemilihan perangkat kerja yang tepat untuk mendukung sektor ekonomi kreatif. Komikus yang karya-karyanya sudah diakui secara internasional ini mencontohkan, pekerjaannya saat ini hampir 100% harus dikerjakan secara digital.

“Pertimbangannya melihat standar kebutuhan klien serta kemudahan revisi dan pengiriman artwork­-nya,” ujar Chris. Ia menambahkan, dalam memilih perangkat kerja ia menyesuaikan dengan keperluan serta spesifikasi yang dibutuhkan untuk masing-masing pekerjaan. Misalnya, ia menggunakan Wacom Intuos 4 Small untuk bekerja di kantor dan Wacom Cintiq Companion untuk workshop demo dengan kalangan profesional.

 

Sub-sektor Ekonomi Kreatif

“Sebagai The One Stop Business Solution, pt. Datascrip juga melihat potensi yang besar di industri kreatif. Oleh karena itu, Datascrip siap mendukung para pelaku usaha di berbagai bidang dengan berbagai perangkat dan solusi bisnis yang tepat, termasuk di sektor ekonomi kreatif,” papar Liana Setiawan – Direktur Penjualan pt. Datascrip.  

Badan Ekonomi Kreatif mengklasifikasikan 16 sub-sektor ekonomi kreatif, yaitu aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Berkembanganya sektor-sektor tersebut turut mendukung perkembangan sektor penunjang bisnis ekonomi kreatif, diantaranya bisnis percetakan. Kebutuhan perangkat kerja yang sesuai pun diakui oleh Muhammad, pemilik usaha percetakan CV Anugrah Kencana di kawasan Jakarta Selatan yang mulai merambah bisnis cetak digital sejak 2005. Dalam menjalankan usahanya, Muhammad menggunakan beberapa unit printer berformat besar, seperti Plotter Canon IPF8100S, IPF8410SE serta IPF2770. Menurutnya alat tersebut tahan lama dan dapat menghasilkan cetakan yang berkualitas bagus.

“Selama ini saya pakai plotter Canon untuk mencetak poster dan beberapa materi promosi lainnya. Selain hasil cetaknya bagus, tintanya juga irit,” ungkap Muhammad.

Di sisi lain, sub-sektor yang beragam menjadikan bidang ekonomi kreatif termasuk sektor yang potensial menciptakan lapangan kerja, bukan saja yang berskala besar atau menengah, melainkan juga yang berskala kecil atau perorangan.

Salah satu contohnya adalah penyedia jasa foto-cetak kilat di tempat-tempat wisata. Canon melalui pt. Datascrip memiliki wadah khusus untuk para fotografer tersebut, yakni komunitas Uncle SELPHY (fotografer keliling pria yang menggunakan printer foto Canon SELPHY untuk mencetak foto). Komunitas Uncle SELPHY ini tersebar di di Jakarta, Pelabuhan Ratu, Bandung, Padang, Makassar dan Bali.

I Wayan Suka, salah seorang Uncle SELPHY di Tanah Lot Bali menuturkan ia membutuhkan perangkat yang ringkas dibawa bepergian dan mudah pengoperasiannya. Selain menggunakan kamera Canon EOS 1000D, ia juga memakai kertas foto Canon serta printer foto SELPHY CP 1000 untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari. Hasil jepretan yang bagus ditambah cetakan foto yang tajam dan selesai dalam waktu cepat pun membuat pelanggan puas.

“Bagi saya peralatan kerja yang tepat itu penting karena membantu sekali untuk perekonomian saya dan keluarga,” ungkap Suka.   

Beberapa karyawan perusahaan dan instansi mulai melakukan aktivitasnya kembali bekerja di kantor dengan menerapkan protokol kesehatan. Penerapan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun) menjadi hal yang m...
Virus Covid-19 masih menjangkit di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Wabah ini belum tahu kapan akan berakhir. Dalam salah satu sesi webinar Datascrip e-Expo yang diadakan baru-baru ini, dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE atau yan...
Kebebasan berkreasi menggambar kini lebih leluasa dengan hadirnya Tombow ABT Pro. Brush pen dengan tinta berbahan dasar alkohol i...