Kamis, 03 Desember 2020

Pesona Ciletuh Menuju Geopark Kelas Dunia

Oleh : Dudi Sugandi

Kamis, 02 November 2017

Ingin jalan-jalan ke tempat yang instagramable tapi tidak jauh dari ibukota? Salah satu jawabannya adalah Geopark Ciletuh di wilayah Palabuhanratu, Sukabumi Selatan. Ya Palabuhanratu yang berada di wilayah selatan Jawa Barat ini, bukan Pelabuhan Ratu seperti yang umumnya disebut. Dari Palabuhanratu, lanjut sekitar 2-3 jam ke arah timur menuju kawasan taman bumi yang sedang diajukan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) dan kini menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Barat.

Geopark menurut UNESCO adalah sebuah daerah dengan batasan yang sudah ditetapkan dengan jelas dan memiliki kawasan permukaan yang cukup luas untuk pembangunan ekonomi lokal, terdiri dari sejumlah tapak geologi yang memiliki kepentingan ilmiah khusus, kelangkaan atau keindahan.

Nama Geopark – Palabuhanratu yang telah ditetapkan sebagai geopark nasional sejak akhir 2015 kian dikenal seiring dengan banyaknya unggahan di media sosial yang memperlihatkan keindahan kawasan ini. Lamanya perjalanan barangkali sebanding dengan keindahan yang ditawarkan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Mau bermain di pantai, menikmati sunset dan sunrise, wisata pesisir pantai dengan perahu untuk menikmati batuan, naik dan turun bukit untuk menikmati keragaman air terjun, atau mandi air panas di geiser yang terus memancarkan uap panas, hingga kampung adat dan wisata budaya yang dimiliki masyarakat “pakidulan”. Semua hal tersebut menjadikan Ciletuh sebagai kawasan wisata geopark kelas dunia dan selalu menarik untuk dieksplorasi.

Melihat objek yang begitu banyak serta beragam, saya mengelompokkan beberapa lokasi wisata menarik  yang bisa digunakan sebagai lokasi hunting foto di Geopark Ciletuh Palabuhanratu  ini berdasarkan jenisnya. Saya mengabadikan foto-foto landscape alam di kawasan ini dengan kamera Canon EOS 5D Mark IV yang dipasangkan dengan lensa 24-105mm untuk memudahkan memotret subjek yang dekat maupun memotret gugusan karang yang berada di kejauhan. Selain itu, saya juga menggunakan lensa 11-24mm untuk memotret landscape yang luas.

1.      Curug (Air Terjun)

Setidaknya ada 13 curug yang tercatat dan sangat menarik untuk hunting landscape. Beberapa  curug masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki, masih dalam hitungan menit dari area parkir kendaraan. Curug tersebut antara lain Curug Awang yang mirip dengan Niagara, Curug Sodong yang curahan airnya ada dua sehingga disebut juga curug kembar, dan Curug Cimarinjung yang berada di balik bukit.

2.      Bentang Alam

Pesona bentang alam di Ciletuh sangat memesona. Begitu kita tiba di sana, di pinggiran jalan kita bisa melihat amphitheater alam raksasa di Panenjoan. Spot di ketinggian 342 meter di atas permukaan laut dengan pemandangan cekungan kawasan pantai Ciletuh dari atas bukit ini bak memotret menggunakan pesawat nirawak. Masih belum puas, cobalah naik ke Puncak Darma untuk mendapatkan pemandangan Teluk Ciletuh serta menikmati sunset maupun sunrise.

3.      Gugusan karang dan gua

Untuk melihat karang kita harus naik perahu dan menyisir bibir pantai. Gugusan karang tersebut berusia ratusan tahun serta berbentuk mirip satwa. Ada yang mirip naga sehingga disebut batu naga, ada juga batu kodok, batu badak, batu harimau, dan lainnya. Jika beruntung, saat berperahu bisa berjumpa dengan lumba-lumba.

4.      Pantai Palampang

Pantai Palampang menjadi pantai yang wajib dikunjungi. Di pantai ini ada perkampungan nelayan yang perahu-perahunya jika tidak dipakai melaut bisa kita sewa untuk melihat keindahan gugusan karang. Spot ini wajib didatangi karena landmark tulisan Geopark Ciletuh Palabuhanratu berada di lokasi ini.

5.      Geiser Cisolok

Geiser Cisolok Sukabumi adalah satu dari dua geiser di dunia yang secara kontinu terus mengeluarkan uap panas. Lokasi ini berjarak sekitar 15 km dari Palabuhanratu. Kehadiran uap panas ini dimanfaatkan pengunjung untuk mandi sekaligus konon bisa untuk pengobatan kulit. Anda bisa langsung mandi di sungai atau bisa berendam di kolam air panas.

6.      Kesenian Tradisional

Beragam kesenian tradisional masyarakat Sukabumi kembali tumbuh seiring dengan pengembangan sektor pariwisata di kawasan ini. Sejumlah festival yang mementaskan seni budaya tradisional warga Sukabumi Selatan ini kerap ditampilkan seperti Pentas Cepet, Manggul Beas, dan lain sebagainya.

7.      Kasepuhan Adat

Salah satu kekhasan dari wisata di Ciletuh adalah keberadaan perkampungan adat Kasepuhan Sinar Resmi yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Palabuhanratu. Jika penasaran akan budaya dan kehidupan sehari-hari mereka, kita bisa ikut menginap di rumah kepala masyarakat adat di lokasi.

Dudi Sugandi: Seorang fotografer profesional yang saat ini masih aktif di Harian Umum Pikiran Rakyat. Beberapa pameran fotografi telah ia ikuti dan karya-karyanya juga telah ia bukukan di beberapa judul buku. Selain itu, ia juga masih aktif menjadi pembicara dan memberikan pelatihan fotografi di beberapa tempat.

Beberapa karyawan perusahaan dan instansi mulai melakukan aktivitasnya kembali bekerja di kantor dengan menerapkan protokol kesehatan. Penerapan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun) menjadi hal yang m...
Virus Covid-19 masih menjangkit di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Wabah ini belum tahu kapan akan berakhir. Dalam salah satu sesi webinar Datascrip e-Expo yang diadakan baru-baru ini, dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE atau yan...
Kebebasan berkreasi menggambar kini lebih leluasa dengan hadirnya Tombow ABT Pro. Brush pen dengan tinta berbahan dasar alkohol i...