Kamis, 03 Desember 2020

Kepulauan Kei “The Most Popular Hidden Paradise

Oleh : Sambodo

Senin, 24 September 2018

Keinginan untuk mengunjungi Kepulauan Kei akhirnya terwujud. Desember 2017, Saya bersama lima orang teman berkesempatan menikmati indahnya alam di kepulauan yang mendapat gelar “The Most Popular Hidden Paradise” oleh Kementerian Pariwisata pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016.

Dua tahun terakhir ini, Kepulauan Kei menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia. Sebelumnya, wisatawan lebih banyak kenal dengan Raja Ampat, Wakatobi, atau Pulau Komodo. Padahal pesona keindahan pantai Kepulauan Kei begitu luar biasa. Tak heran gelar Surga Tersembuni Paling Populer disematkan pada Kepulauan Kei.

Secara geografis Kepulauan Kei terletak di tenggara pulau Maluku, dan masuk dalam bagian Provinsi Maluku. Beberapa pulau yang besar dan utama di Kepulauan Kei yaitu Pulau Kei Besar, Pulau Kei Kecil dan Pulau Dullah. Antara Pulau Kei Kecil dan Dullah dihubungkan dengan jembatan sehingga mempermudah akses. Pusat administrasi pemerintahan terletak di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.

Letaknya yang diapit oleh bagian kepala burung Pulau Papua dan Benua Australia menjadikan alamnya sangat indah dan alami, terutama pantaipantainya. Berikut adalah beberapa spot wisata pantai yang indah yang wajib untuk dikunjungi. Foto-foto berikut diambil dengan menggunakan kamera mirrorless Canon EOS M6 dengan lensa Canon EF-M 15-45mm IS STM dan Canon EF 17-40mm USM dengan adapter.

 

Pulau Bair

 

Pulau ini terletak di sebelah utara Pulau Dullah. Pulau ini memiliki batuan karang yang indah dan laut yang berwarna turquoise, menjadikan Pulau Bair seperti Raja Ampat kecil. Untuk mencapai pulau ini membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan perahu motor kecil dari dermaga di Desa Dullah.

 

Pantai Ngurbloat

“Ngurbloat” dalam bahasa Kei berarti Pasir Panjang. Ditemani dengan rindangnya pepohonan kelapa, pantai ini memiliki pasir yang begitu halus dan lembut. Letaknya yang berada di sebelah barat Pulau Kei Kecil menjadikan pantai ini tempat favorit untuk menikmati indahnya matahari terbenam. Tidak terlalu jauh, hanya 25 menit berkendara dari pusat kota untuk sampai di Pantai Ngurbloat.

 

Pantai Ngurtafur

Pantai ini menjadi destinasi favorit dan menjadi alasan wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Kei. Bentuknya yang khas karena pada saat surut akan timbul daratan pantai yang begitu cantik, memanjang serta meliuk-liuk seperti ular. Panjangnya hingga 2 Km menjorok ke arah laut. Pantai Ngurtafur terletak di Pulau Woha. Untuk menuju ke sana, kita perlu menggunakan kapal motor dari dermaga di Desa Debut, Pulau Kai Kecil. Perjalanan ditempuh dalam waktu 45 menit. Satu lagi yang unik, pada pertengahan tahun, pantai ini sering didatangi burung Pelikan yang bermigrasi dari Australia.

 

Pantai Ohoidertawun

Berada di sebelah utara Pulau Kei Kecil, Pantai Ohoidertawun ditempuh dalam waktu 30 menit dengan menggunakan mobil dari pusat kota Langgur. Pantai ini berada di cekungan teluk yang membuat pasir berkumpul dan membentuk pola seperti cermin memanjang hingga 3 Km, serta menjorok sejauh 2 Km.

 

Pantai Madwaer

Pantai Madwaer berada di Desa Madwaer di Kecamatan Kei Kecil Barat. Letaknya lumayan jauh dari kota, sekitar satu jam lebih dengan mobil. Pantai ini berdekatan dengan pemukiman penduduk yang unik dan kita bisa menyantap lobster segar, hasil tangkapan laut di pantai ini.

 

Pulau Ohoiew

Kami menginap semalam di Pulau Ohoiew, pulau kecil dan hanya ada satu penginapan. Suasananya yang alami dan sepi, cocok untuk bersantai dan berlibur bersama keluarga. Kami menyeberang dengan perahu dari Pantai Ngilngof untuk sampai ke Pulau Ohoiew.

 

TIPS

Bagaimana cara ke Kepulauan Kei?

Setelah terbang selama 3,5 jam dari Jakarta menuju bandara Pattimura Ambon untuk transit. Perjalanan ke Kepulauan Kei dilanjutkan dengan pesawat baling-baling ATR-72 milik maskapai Garuda Indonesia. Perjalanan menuju Bandar Udara Karel Sadsuittubun, Langgur, yang berada di Pulau Kei Kecil ditempuh dalam waktu 1,5 jam.

 

Kapan waktu terbaik ke Kepulauan Kei?

Bulan-bulan di akhir tahun adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Kepulauan Kei. Di samping langit yang cerah, juga bukan musim penghujan. Di bulan Oktober biasanya Pemda setempat menyelenggarakan Festival Meti Kei, yaitu festival kebudayaan dan menangkap ikan dengan cara tradisional. Bulan Mei juga bisa menjadi alternatif waktu terbaik untuk melihat migrasi burung pelikan dari Australia yang mampir di Pantai Ngurtafur.

Bagaimana menyiapkan perlatan dokumentasi?

• kamera mirrorless yang berukuran ringkas cocok untuk kegiatan liburan dan wisata bahari.

• Disarankan untuk membawa dry bag.

• Tripod berguna pada saat memotret sunset dan sunrise.

• Dianjurkan untuk selalu membersihkan kamera dan tripod setelah kegiatan memotret, karena udara laut sangat berpengaruh terhadap komponen besi kamera dan tripod.

 

Beberapa karyawan perusahaan dan instansi mulai melakukan aktivitasnya kembali bekerja di kantor dengan menerapkan protokol kesehatan. Penerapan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun) menjadi hal yang m...
Tampak pada gambar (kiri-kanan): Romo Royke Djakarya – Pembina Yayasan Bina Teknik Strada berfoto bersama Joe Kamdani – Mentor pt. Datascrip dan Lucy Kamdani us...
Untuk tetap mendekatkan para pelanggan dan memberikan informasi seputar solusi bisnis dan produk-produk terbaru, PT Datascrip akan mengadakan Datascrip e-Expo 2020 yang berlangsung 7-12 September 2020. Pameran yang berlangsung secara o...