Minggu, 05 Februari 2023

Monitoring Deformasi Gunung Berapi dengan Teknologi GNSS

Selasa, 13 Desember 2022

dok. Datascrip

Indonesia adalah negara dengan gunung berapi aktif terbanyak di dunia. Menurut laporan Smithsonian Institution Global Volcanism Program ada 55 gunung berapi aktif di Nusantara sejak 1950 hingga 5 Juni 2022. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus terkait mitigasi bencana alam jika terjadi erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) adalah lembaga di lingkungan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang bertugas melaksanakan penelitian, penyelidikan, perekayasaan dan pelayanan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

PVMBG mengawasi kurang lebih 70 gunung berapi di seluruh Indonesia. Gunung berapi ini ada yang berstatus aktif maupun yang sudah lama pasif, namun karena Indonesia berada di kawasan ring of fire dan diimpit oleh beberapa lempeng besar dunia, maka aktivitas geologis dan vulkanis dapat sewaktu-waktu memengaruhi gunung api di Indonesia.

Untuk itu, PVMBG membutuhkan informasi tentang situasi kebencanaan geologi yang cepat dan akurat sehingga mitigasi bencana geologi dapat berjalan dengan baik. PT Datascrip bekerja sama dengan Leica Geosystems Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk memberikan solusi monitoring deformasi gunung api menggunakan perangkat Leica GNSS GR30 dan antena AR20. Sistem ini memantau selama 24 jam dan terus-menerus untuk posisi titik di badan gunung api apabila terjadi deformasi (pergeseran atau perubahan titik) yang dapat menandakan adanya aktivitas geologi atau vulkanis.

Pada tahun 2022 ini, PT Datascrip sebagai distributor resmi Leica Geosystems Indonesia memberi dukungan berupa penyediaan 9 alat Global Navigation Satellite System (GNSS) yang berfungsi memonitor pergerakan titik di pos pemantau gunung api khususnya di Pulau Jawa, yaitu di Gunung Salak, Gunung Papandayan, Gunung Galunggung, Gunung Ceremai, Gunung Sindoro, Gunung Arjuno, Gunung Bromo, Gunung Lamongan dan Gunung Ijen.

Dengan solusi Leica GNSS GR30 dan antena AR20, petugas pemantau bisa mendapatkan informasi, mencatat serta mengukur jika terjadi pergerakan atau pergeseran secara teliti hingga tingkat milimeter. Pengukuran ini berlangsung secara kontinu dalam waktu 24 jam tanpa henti. Data pergerakan dan pergeseran tersebut yang menjadi variabel mitigasi sehingga dapat meminimalkan dampak yang terjadi ketika terjadi bencana yang diakibatkan erupsi gunung berapi.

Irwan Kamdani – President Director PT Datascrip didampingi Fernando Handinata – Business Unit Director PT Datascrip, Danang Kurniawarman – Marketing Manager PT Datascrip dan Muhammad Rustam – Marketing Support Department Manager PT Datascrip berkesempatan meninjau salah satu pos pemantau gunung berapi tertinggi di Indonesia, yaitu Pos Pemantau Gunung Bromo yang terletak di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur (10/12). Rubiyono – petugas pemantau dari PVMBG memberikan penjelasan terkait kondisi Gunung Bromo serta peralatan pemantau yang ada di pos pemantauan.

 

Leica Geosystems melalui PT Datascrip sebagai authorised distributor-nya di Indonesia menghadirkan The New ...
Pemetaan yang akurat sangat penting untuk mencegah terhambatnya pembangunan infrastruktur karena kurangnya informasi utilitas bawah tanah, seperti pipa gas, pipa air, kabel listrik atau bahkan serat optik. Informasi yang lengkap seputar utili...