Belakangan ini konser musik semakin sering digelar di berbagai kota besar di Indonesia. Mulai dari musisi internasional hingga artis lokal sukses menarik ribuan penonton dari berbagai usia, terutama generasi muda. Fenomena ini melahirkan budaya baru yang disebut concert-going culture, yaitu kebiasaan rutin menonton konser sebagai bagian dari gaya hidup.
Menurut survei IDN Research Institute¹ 2025, sebesar 52% Gen Z dan 32% kalangan Milenial memiliki minat menghadiri acara konser musik sebagai pilihan untuk hiburan. Tak heran generasi muda kini lebih memilih menghabiskan uang untuk “membeli” pengalaman daripada membeli sebuah barang. Menonton konser dianggap lebih berkesan karena memberikan cerita, momen seru, dan kenangan bersama teman-teman. Maka jangan heran bila generasi muda seringkali berburu tiket konser idola kesayangannya yang sering habis dalam hitungan menit. Bahkan ada juga yang rela bepergian ke kota lain demi menyaksikan konser sekaligus berlibur.

Peran media sosial sangat besar dalam membuat konser semakin digandrungi. Video penampilan artis, momen lucu di panggung, hingga adu outfit penonton sering viral di TikTok atau Instagram. Banyak orang akhirnya ikut terpancing menonton konser setelah melihat unggahan teman-teman mereka. Media sosial juga membuat konser terasa lebih dekat karena orang bisa menikmati cuplikan konser meski tidak hadir langsung.

Komunitas penggemar (fanbase) berperan besar dalam menghidupkan suasana konser. Mereka saling berbagi informasi, membuat banner, hingga membagi hadiah kecil untuk penonton lain. Kegiatan ini menciptakan rasa kebersamaan dan membuat konser bukan hanya tempat menonton musik, tetapi juga tempat membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki minat sama.

Konser bukan cuma soal panggung dan musik. Kehadirannya memberi dampak besar pada banyak sektor, seperti hotel, kafe, transportasi, dan pusat belanja biasanya ikut ramai saat konser berlangsung. UMKM juga mendapat keuntungan dari penjualan merchandise, makanan, minuman, hingga outfit bertema konser. Selain itu, banyak pekerja kreatif seperti fotografer, videografer, dan kru event mendapat peluang pekerjaan lebih luas.

Concert-going culture menunjukkan bahwa konser bukan lagi sekadar hiburan, tetapi bagian penting dari gaya hidup modern. Melalui musik, anak muda dapat mengekspresikan diri, bertemu komunitas baru, dan menciptakan pengalaman yang bermakna. Selama aspek kenyamanan dan keamanan terus ditingkatkan, budaya konser akan tetap menjadi salah satu alternatif hiburan favorit di Indonesia.
¹ IDN Research Institute adalah lembaga riset independen di Indonesia di bawah naungan media IDN Times. Berfokus pada isu dan tren di kalangan generasi muda sejak tahun 2019.
Penulis: Juliet Sabrina