Seiring dengan terus melonjaknya jumlah content creator di Indonesia, meningkat pula kebutuhan terhadap kamera yang mampu menghasilkan visual sinematik sekaligus praktis digunakan. Canon menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan kamera yang fungsi dan desainnya dipusatkan untuk pengambilan video alias video-sentris, sehingga cocok digunakan oleh para content creator, vlogger, livestreamer, hingga pembuat film pendek.
Canon melalui PT Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digitalnya di Indonesia menghadirkan 2 kamera video-sentris, yakni kamera mirrorless EOS R50 V dan kamera saku PowerShot V1. Dengan menggunakan kamera tersebut, para content creator akan merasakan kemudahan dalam memvisualisasikan ide konten mereka yang unik dengan visual kualitas profesional.

EOS R50 V adalah kamera mirrorless berukuran kompak dengan beragam fitur Cinema EOS yang biasa ditemukan di Canon EOS C70. Kamera ini dibekali sensor APS-C 24,2 megapiksel, lensa yang dapat diganti sesuai kebutuhan, sistem fokus otomatis DualPixel CMOS AF II yang dahsyat dan Movie Digital IS, serta didesain khusus tanpa viewfinder .
Dengan berat hanya 551 gram, para kreator konten tidak akan kelelahan mengoperasikan EOS R50 V dalam durasi panjang. Pengoperasian kamera ini juga mudah karena terdapat tombol-tombol khusus untuk keperluan pengambilan video seperti dial mode yang dipusatkan untuk berganti mode pengambilan video secara cepat dan tombol khusus sekali sentuh untuk masuk ke fitur livestreaming. Ada juga tuas atau lever zoom untuk mengontrol zoompada lensa, yang tentu sangat berguna untuk membuat video kreatif dengan transisi yang halus.

Pengguna EOS R50 V juga bisa dengan mudah menghasilkan video yang indah karena ada banyak fitur pendukung seperti mode SmoothSkin dan 14 filter warna. Tak hanya sampai di situ, EOS R50 V juga dilengkapi mode perekaman Canon Log 3 10-bit. Mode ini merekam rentang dinamis yang lebih luas, sehingga cocok untuk gradasi warna, video 4K 30p oversampling berkualitas tinggi yang tidak dipotong dan video 4K 60p yang dipotong, serta gerakan lambat hingga Full HD 100p/120p.
Adapun PowerShot V1 merupakan kamera poket all-in-one yang menggabungkan portabilitas dengan performa tinggi untuk keperluan pembuatan video. Kamera ini dibekali sensor tipe 1,4 inci (dua kali lebih besar dari sensor kamera saku konvensional) beresolusi 22,3 megapiksel, sistem auto fokus Dual Pixel CMOS AF II dan filter ND 3 stop built in, sehingga kamera ini menghadirkan perekaman video yang stabil dan jernih, bahkan di bawah sinar matahari terik.

Kamera PowerShot V1 dibekali lensa zoom serbaguna dengan focallength setara 17-52mm selama perekaman video dan setara 16-50mm saat pemotretan gambar, dengan aperture f/2.8–4.5. Keseimbangan antara sudut pandang ultra lebar dan fleksibilitas zoom membuat PowerShot V1 cocok untuk berbagai penggunaan, mulai dari vlog harian hingga produksi film pendek.
Mengusung desain ramping tanpa viewfinder dan ringan (hanya 426 gram), PowerShot V1 sangat nyaman untuk pemakaian durasi panjang. Tata letak tombol-tombol penting juga dirancang khusus agar mudah diakses dengan satu tangan. Tak hanya itu, Canon juga menyematkan kipas pendingin internal, sebuah fitur yang biasanya ditemukan di kamera sinema profesional, untuk memastikan performa tetap optimal dan tidak overheat saat perekaman berdurasi panjang.
